Logo PPID
Navigasi
PPID Kemenag Bolmut
Butuh Bantuan?
0853-5813-3553
Berita

Menag: Hari Santri Milik Seluruh Bangsa, Momentum Perkuat Gotong Royong dan Persatuan

Oleh: Rival Intan
Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:53 WITA
Menag: Hari Santri Milik Seluruh Bangsa, Momentum Perkuat Gotong Royong dan Persatuan

Foto: Dokumentasi Humas

Boltara (Kemenag Bolmong Utara) – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya milik kalangan santri dan pondok pesantren, tetapi juga menjadi milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, serta mencintai tanah air.

Dalam pesannya pada peringatan Hari Santri, Menag mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai Hari Santri sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan menghargai kontribusi para ulama serta santri dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Menurut Menag, Hari Santri memiliki makna yang lebih luas dari sekadar peringatan keagamaan. Hari Santri merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Sebab mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” demikian pesan yang disampaikan Menag melalui pidato, Kamis (22/10/26).

Menag menekankan bahwa semangat cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai perjuangan para ulama dan pahlawan perlu dilanjutkan dengan memperkuat gotong royong, menjaga kerukunan, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri sebagai kesempatan untuk meneruskan perjuangan para pendahulu sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman sekarang.

Semangat perjuangan tidak harus diwujudkan melalui medan pertempuran, tetapi dapat dilakukan melalui pengabdian, pendidikan, pelayanan kepada masyarakat, serta kontribusi positif dalam membangun bangsa.

Melalui momentum Hari Santri, seluruh masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan latar belakang, suku, maupun agama hendaknya menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan bekerja sama demi kemajuan Indonesia.

Peringatan Hari Santri tahun 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus meneladani perjuangan para ulama dan pahlawan, memperkuat gotong royong, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dalam setiap pengabdian.

Dengan semangat Hari Santri, nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan diharapkan terus tumbuh sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan bersatu.

Humas

Editor: Rival Intan
Fotografer: Dokumentasi Humas
281 Dilihat
umum
ID: #00247
Label Terkait:
# HARI SANTRI # KEMENAG # PESANTREN
Bagikan Artikel Ini: