Boltara (Kemenag) — Persoalan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) akhirnya mendapat titik terang.
Kabar baik tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama, Idrus Sante, di penghujung dialog bersama para guru PAI dan PAK, Kamis (1/10/26), di MTs Negeri 2 Boltara.
Dialog yang semula digelar untuk memberikan penjelasan terkait keterlambatan pembayaran TPG tersebut, justru berakhir dengan kabar mengenai segera tersedianya anggaran untuk pembayaran tunjangan.
Idrus menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi terkait turunnya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahap II. Anggaran tersebut, kata dia, telah mendapatkan persetujuan dan sudah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenag Boltara.
“kabar baik Alhamdulillah, doa kita bersama dijabah. Anggarannya sudah disetujui dan sudah masuk dalam DIPA kita,” ujar Idrus via Telephon yang saat ini berada di luar daerah.
Dengan masuknya anggaran tambahan tersebut, tunggakan pembayaran TPG hingga bulan September dipastikan dapat diproses untuk dicairkan.
Kabar tersebut sontak menjadi angin segar bagi para guru penerima TPG yang sebelumnya mempertanyakan kepastian pembayaran tunjangan profesi mereka.
Meski demikian, Kepala Kantor meminta para guru tetap bersabar dan mengikuti seluruh tahapan serta mekanisme pencairan anggaran yang telah ditetapkan. Sebab, setelah anggaran tersedia, masih terdapat proses administrasi dan pencairan yang harus dilalui sesuai ketentuan.
Menariknya, dialog yang awalnya berlangsung untuk menjelaskan persoalan keterlambatan pembayaran TPG justru berubah menjadi momentum penyampaian kabar baik. Para guru yang semula datang untuk mendapatkan penjelasan mengenai keterlambatan pembayaran, akhirnya memperoleh kepastian bahwa anggaran untuk membayar tunggakan TPG telah tersedia.
Bisa dibilang, pertemuan tersebut menghadirkan plot twist. Di tengah pembahasan mengenai alasan keterlambatan pembayaran, kabar turunnya ABT Tahap II justru menjadi penutup dialog dengan harapan baru bagi para guru penerima TPG.
Dengan tersedianya anggaran dalam DIPA Kemenag Boltara, proses pembayaran tunggakan hingga bulan September kini tinggal menunggu penyelesaian tahapan administrasi dan mekanisme pencairan sesuai ketentuan yang berlaku.
Humas