Logo PPID
Navigasi
PPID Kemenag Bolmut
Butuh Bantuan?
0853-5813-3553
Berita

Hari Santri, Peserta Upacara Akan Tampil Ala Santri

Oleh: Rival Intan
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:58 WITA
Hari Santri, Peserta Upacara Akan Tampil Ala Santri

Foto: Istimewa

Boltara (Kemenag Bolmong Utara) -- Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta mengisi pembangunan bangsa.

Semangat tersebut turut diwujudkan melalui penampilan khas santri dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) nanti.

Seluruh peserta upacara akan tampil dengan mengenakan sarung dan peci, menghadirkan suasana khas pesantren yang sarat dengan nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tradisi keilmuan Islam.

Arahan ini termuat dalam undangan tertanggal 20 Oktober 2026, tentang pelaksanaan upacara hari Santri tingkat Kabupaten Bolmong Utara yang nantinya akan dipusatkan di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna.

Sarung dan peci bukan sekadar pakaian yang melekat pada diri seorang santri. Keduanya menjadi simbol identitas, kesahajaan, serta pengingat akan pentingnya menjaga adab, menghormati ilmu, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penampilan tersebut, peserta upacara diajak untuk menghayati kembali makna menjadi seorang santri. Santri tidak hanya identik dengan kehidupan pesantren, tetapi juga dengan semangat belajar, ketulusan mengabdi, kedisiplinan, serta komitmen menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan. Sejarah mencatat bahwa para santri dan ulama memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semangat cinta tanah air, keberanian, dan pengabdian mereka menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

Sarung boleh sederhana, peci boleh bersahaja, tetapi ilmu harus luas, adab harus dijaga, dan pengabdian harus nyata. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap insan Kementerian Agama, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang diwariskan oleh para santri.

Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam merawat tradisi, memperkuat nilai keagamaan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Humas

Editor: Rival Intan
Fotografer: Istimewa
200 Dilihat
umum
ID: #00240
Label Terkait:
# Hari Santri 2026 # Pesantren # Santri
Bagikan Artikel Ini: