Logo PPID
Navigasi
PPID Kemenag Bolmut
Butuh Bantuan?
0853-5813-3553
Berita

Hari Santri 2026, Arah Perkuat Peran Santri Dalam Pembangunan Indonesia

Oleh: Rival Intan
Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:07 WITA
Hari Santri 2026, Arah Perkuat Peran Santri Dalam Pembangunan Indonesia

Foto: Istimewa

BOLTARA (Kemenag Bolmong Utara) – Perayaan Hari Santri 2026 semakin dekat. Tepat hari ini, Rabu (7/10/2026), tinggal 15 hari menuju peringatan Hari Santri yang akan diperingati pada 22 Oktober mendatang. Hitungan mundur ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar pesantren dan madrasah, untuk mempersiapkan diri menyambut momentum tahunan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan keagamaan dan kebangsaan Indonesia.

Momentum yang diperingati sejak 22 Oktober 2025 ini, menjadi pengingat akan kontribusi besar santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa, sekaligus ruang untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian santri bagi Indonesia.

Peringatan Hari Santri 2026 diarahkan menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan Indonesia. Tidak hanya sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam, santri diharapkan tampil sebagai generasi berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, dan mampu berkontribusi di berbagai bidang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan tema Hari Santri tahun ini yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini diluncurkan bersamaan dengan logo dan rangkaian hari santri pada 22 September lalu, yang termuat dalam Panduan.

Dalam panduan tersebut, Kementerian Agama menegaskan bahwa kiprah dan pengabdian santri senantiasa relevan dari masa ke masa. Jika sejarah mencatat kontribusi santri dalam perjuangan kemerdekaan, perjuangan tersebut kini menemukan bentuk baru melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Menguatkan Negeri” dimaknai dengan menghadirkan santri sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa. Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, tetapi juga berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang. 

Santri juga didorong bergerak dari ruang-ruang pengabdian menuju ruang strategis pembangunan. Bekal nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin diharapkan memperkuat peran santri dalam merawat persatuan dan keberagaman sekaligus membangun kemandirian bangsa.

Sementara frasa “Menuju Indonesia Emas” menjadi orientasi bersama dalam mempersiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Kemenag menempatkan pesantren sebagai salah satu ruang penting dalam menyiapkan masa depan tersebut.

Ada empat modal yang ditekankan dalam panduan Hari Santri 2026, yakni ilmu yang mendalam, karakter yang kuat, tradisi yang berakar, serta keberanian untuk berinovasi. Dengan modal tersebut, santri diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan bangsa, tetapi turut menjadi penggerak yang menentukan arah Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaya saing, berkeadaban, dan sejahtera. 

Upacara Hari Santri digelar 22 Oktober

Puncak peringatan Hari Santri akan digelar upacara yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 waktu setempat. Di tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), seperti tahun-tahun sebelumya di gelar di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna. Adapun teknis pelaksanaanya menunggu petunjuk pimpinan daerah. Apakah akan digelar oleh Pemerintah seperti tahun sebelumnya, ataukah akan diambil alih oleh Kementerian Agama.

Humas

Editor: Rival Intan
Fotografer: Istimewa
43 Dilihat
umum
ID: #00237
Label Terkait:
# Hari Santri 2026 # Pesantren # Santri
Bagikan Artikel Ini: