Boltara (Kemenag) - Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) berlangsung hangat dan komunikatif dengan menghadirkan para calon pengantin sebagai peserta utama pembinaan keluarga. Kegiatan yang dijadwalkan hari ini, Selasa (26/5/26) di Kantor setempat, turut menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Azam Anhar, sebagai konselor bidang keagamaan.
Dalam penyampaiannya, Azam menekankan pentingnya membangun relasi yang sehat dan seimbang dalam rumah tangga. Menurutnya, kehidupan keluarga tidak dapat dibangun dengan sikap saling menuntut, melainkan harus dilandasi prinsip kesalingan antara suami dan istri.

“Tugas, kewajiban, serta peran antara suami dan istri harus berprinsip pada sikap kesalingan. Serba saling: saling mengisi, saling memberi, saling memahami, hingga saling berbagi peran. Jika suami berperan mencari nafkah, maka istri berperan mengelola nafkah tersebut menjadi keberkahan dalam rumah tangga, menghadirkan makanan yang baik serta suasana rumah yang nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keharmonisan keluarga tidak lahir dari dominasi salah satu pihak, tetapi dari kemampuan pasangan untuk bekerja sama, berdialog, dan saling menghargai dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
Kegiatan PUSPAGA kali ini diikuti oleh delapan pasang calon pengantin bersama pendamping dan menghadirkan konselor dari berbagai unsur, mulai dari psikologi, kesehatan, hingga keagamaan.
Pada sesi psikologi, konselor Vega Maghfira, mengulas pentingnya komunikasi yang sehat dan menyenangkan dalam hubungan pasangan. Ia menjelaskan berbagai pola komunikasi yang dapat mempererat hubungan suami istri, sekaligus mengingatkan bentuk-bentuk kekerasan dalam relasi yang sering kali muncul tanpa disadari dan perlu dicegah sejak dini.
Melalui kegiatan ini, PUSPAGA diharapkan mampu menjadi ruang belajar bersama bagi calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan bebas dari kekerasan, baik secara fisik maupun emosional.
Humas